Litle Piece of Letter
… Sepenuhnya aku persembahkan tulisan ini untuk
seorang yang pernah menjadi harapan dalam hidupku…
~someone~
Aku
sudah pernah merasakan indahnya cinta yang utuh. Merasakan perubahan yang
dilakukan cinta untukku. Kehangatan serta kemuliaan cinta datang menghampiriku,
kemudian pergi. Meninggalkan begitu saja. Namun satuhal yang kusadari setelah
itu. tidak pernah ada kepastian sebelum
semuanya terjadi, Hanya tuhan yang mampu memastikan. Karna saat ku merasa
semuanya sudah menjadi milikku, semuanya pergi begitusaja, dan tidak akan
kembali lagi. Satu kalimat yang ku kutip dari sebuah film animasi romance
kesukaanku, “ harapan mungkin akan datang
dua kali, tapi hal yang sama tidak akan pernah terulang dua kali ”.
Tidak
ada yang bisa kulakukan selain hanya berharap.
Yang selalu terngiang di pikiranku hanya kesalahanku. Penyesalan, akan hal yang
tidak seharusnya ku lakukan. menyia-nyiakan yang sudah kumiliki, demi sebuah
ke-Nihil-an. Kepalsuan yang
membutakan mataku, menutup semua kesadaranku akan kesempurnaan milikku.
Kini
semuanya telah pergi. Seandainya waktu itu aku tidak begini? Seandainya aku
tahu, yang kubutuhkan hanya itu? Akankah ini semua terjadi. Akankah aku
kehilangan hal paling berarti di hidupku? Sampai harus menderita kesakitan,
karna perbuatanku sendiri.
Betapa
jahatnya aku! Melihat senyuman mu setelah semua yang kulakukan, membuat hati
ini merasa semakin bersalah. Kau
tidak pernah menyalahkan ku, hanya tersenyum melihat aku yang sudah menghancurkanmu. Kalimatmu memang
memberitahu bahwa aku salah, tapi sakitnya
sungguh berbeda ketika kau pergi meninggalkanku dengan seutas senyum kecil dibalik matamu yang
berkaca, memberitahu aku bahwa kau terluka.
Sungguh kejam, menyiakan hal seperti itu.
Aku
tidak akan pernah melupakan kalimat yang kau ucapkan sebelum kepergianmu “ ….kita
diberi hidup didunia hanya sekali, tapi bukan untuk sekali kehidupan. Apapun
yang telah terjadi di satu kehidupan, jangan lakukan kesalahan yang sama di
kehidupan selanjutnya. Karna penyesalan hanya akan datang setelah semuanya
berakhir….”.
Doaku
selalu bersamamu, apapun, dimanapun, dan sampai kapanpun. Dirimu kan tetap
sama, tidak pernah berubah dihatiku. Dimanapun kau menyandarkan perahu cintamu nantinya, harus kau ketahui bahwa itu
adalah pelabuhan paling beruntung. Ku
doakan yang terbaik untuknya, untuk mu, dan untuk kebahagiaan mu.
Akankah
tuhan bersedia mengirimkan kembali, satu manusia dengan kemuliaan hati layaknya
dirimu untuk ku?
*end*
Komentar
Posting Komentar